時は金なり。(Toki wa Kane Nari = Waktu menjadi uang "Waktu adalah uang")
> Setiap jam yang berlalu sama berharganya dengan uang. Perumpamaan yang mengajarkan betapa berharganya waktu itu.
人は一代名は末代 (Hito wa ichi dai Na wa matsu dai : Manusia satu masa nama > sepanjang masa " Manusia mati meninggalkan nama")
Manusia hidup terbatas usianya, tetapi jasa dan nama baiknya akan tetap diingat oleh generasi selanjutnya. Peribahasa ini mengajarkan kita untuk memilih cara hidup yang meninggalkan nama baik daripada keinginan atau ambisi sesaat.
失敗は成功の基。(Shippai wa seikou no moto = Kegagalan adalah pangkal kesuksesan "Kegagalan adalah sukses yang tertunda")
> Meskipun kita mengalami kegagalan, akan tetapi apabila kita mau mencari tahu apa penyebabnya dan memperbaikinya, kita akan mengalami kesuksesan dikemudian hari. Peribahasa ini mengajarkan agar kita tidak takut dengan kegagalan, karena kadangkala kita memang harus jatuh bangun untuk meraih kesuksesan.
吠える犬は噛みつかぬ。(Hoeru inu wa kamitsukanu = Anjing yang menggonggong tidak menggigit "Tong kosong nyaring bunyinya")
> Orang yang memaksakan kehendak dan sok jagoan, biasanya tidak bisa apa2.
火のない所に煙が立たぬ。(Hi no nai tokoro ni kemuri ga tatanu = Tempat dimana tidak ada api tidak akan menimbulkan asap "Ada asap ada api")
> Sesuatu perkara ada, pastilah ada sesuatu hal mendasar yang menjadi penyebabnya.
聞くは一時の恥聞かぬは一生の恥。
(KIKU WA ITTOKI NO HAJI KIKANU WA ISSHOU NO HAJI = Bertanya malu sesaat, tidak bertanya malu selamanya "Malu bertanya sesat di jalan")
> Apabila ada yang tidak kita ketahui, adakalanya kita malu untuk bertanya, akan tetapi rasa malu tersebut akan hilang dengan sendirinya saat itu juga. Sebaliknya apabila kita tidak bertanya rasa malu tersebut akan terbawa selamanya.
Peribahasa ini mengajarkan agar kita segera bertanya apabila ada hal-hal yang tidak diketahui.
真綿に針を包む。( Mawata ni Hari wo tsutsumu = Jarum berbungkus kapas sutera. "Serigala berbulu domba" )
> Perumpamaan tentang jarum sekalipun dibalut dengan kapas sutera yang empuk dan halus, apabila tertusuk terasa juga sakitnya. Meskipun penampilan luarnya berkelakuan lemah lembut, tetapi di dalam hatinya memiliki niat jahat.
能ある鷹は爪隠す
(Nou aru taka wa tsume kakusu = Elang yang hebat menyembunyikan kukunya "Seperti harimau menyembunyikan kukunya atau Bagai Padi makin berisi makin Menunduk")
> Artinya orang yang memiliki kemampuan atau kepintaran tidak menyombongkan kelebihannya itu untuk hal-hal yang tidak perlu.
虎は死して皮を留め人は死して名を残す. (Tora wa shi shite kawa wo todome hito wa shi shite na wo nokosu = Harimau mati meninggalkan kulit, manusia mati meyisahkan nama “Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama”.
> Seperti halnya harimau yang mati meninggalkan kulit yang indah, orang bijak mati akan meninggalakn namanya karena perbuatan-perbuatan semasa hidupnya. Peribahasa ini juga mengajarkan supaya kehormatan dan nama kita tidak tercemar sepeninggalan kita, kita harus berusaha sekeras mungkin untuk menjalani hidup dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang baik.
雨降って地固まる。(Ame futte chi katamaru = Habis turun hujan, tanah mengeras “Badai pasti berlalu”.)
> Apabila turun hujan, air yang meresap kedalam tanah akan membuat permukaan tanah semakin rapat dan menjadi keras, begitu pula setelah percecokan atau kesulitan hidup yang ada, apabila kita mampu bertahan menghadapi cobaan tersebut maka segala sesuatu akan kembali tenang seperti sedia kala.
隣の花は赤い (Tonari no hana wa akai = Bunga tetangga berwarna merah)
隣の芝生は青く見える (Tonari no sibafu wa aoku mieru = Rumput tetangga kelihatan lebih hijau)
> Bunga tetangga merah “Rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri”
Bunga yang mekar di pekarangan rumah tetangga kelihatan lebih menarik daripada bunga di rumah sendiri. Perumpamaan ini mencontohkan orang yang selalu mengingini milik orang lain karena milik orang lain kelihatan lebih bagus daripada milik sendiri.
> Setiap jam yang berlalu sama berharganya dengan uang. Perumpamaan yang mengajarkan betapa berharganya waktu itu.
人は一代名は末代 (Hito wa ichi dai Na wa matsu dai : Manusia satu masa nama > sepanjang masa " Manusia mati meninggalkan nama")
Manusia hidup terbatas usianya, tetapi jasa dan nama baiknya akan tetap diingat oleh generasi selanjutnya. Peribahasa ini mengajarkan kita untuk memilih cara hidup yang meninggalkan nama baik daripada keinginan atau ambisi sesaat.
失敗は成功の基。(Shippai wa seikou no moto = Kegagalan adalah pangkal kesuksesan "Kegagalan adalah sukses yang tertunda")
> Meskipun kita mengalami kegagalan, akan tetapi apabila kita mau mencari tahu apa penyebabnya dan memperbaikinya, kita akan mengalami kesuksesan dikemudian hari. Peribahasa ini mengajarkan agar kita tidak takut dengan kegagalan, karena kadangkala kita memang harus jatuh bangun untuk meraih kesuksesan.
吠える犬は噛みつかぬ。(Hoeru inu wa kamitsukanu = Anjing yang menggonggong tidak menggigit "Tong kosong nyaring bunyinya")
> Orang yang memaksakan kehendak dan sok jagoan, biasanya tidak bisa apa2.
火のない所に煙が立たぬ。(Hi no nai tokoro ni kemuri ga tatanu = Tempat dimana tidak ada api tidak akan menimbulkan asap "Ada asap ada api")
> Sesuatu perkara ada, pastilah ada sesuatu hal mendasar yang menjadi penyebabnya.
聞くは一時の恥聞かぬは一生の恥。
(KIKU WA ITTOKI NO HAJI KIKANU WA ISSHOU NO HAJI = Bertanya malu sesaat, tidak bertanya malu selamanya "Malu bertanya sesat di jalan")
> Apabila ada yang tidak kita ketahui, adakalanya kita malu untuk bertanya, akan tetapi rasa malu tersebut akan hilang dengan sendirinya saat itu juga. Sebaliknya apabila kita tidak bertanya rasa malu tersebut akan terbawa selamanya.
Peribahasa ini mengajarkan agar kita segera bertanya apabila ada hal-hal yang tidak diketahui.
真綿に針を包む。( Mawata ni Hari wo tsutsumu = Jarum berbungkus kapas sutera. "Serigala berbulu domba" )
> Perumpamaan tentang jarum sekalipun dibalut dengan kapas sutera yang empuk dan halus, apabila tertusuk terasa juga sakitnya. Meskipun penampilan luarnya berkelakuan lemah lembut, tetapi di dalam hatinya memiliki niat jahat.
能ある鷹は爪隠す
(Nou aru taka wa tsume kakusu = Elang yang hebat menyembunyikan kukunya "Seperti harimau menyembunyikan kukunya atau Bagai Padi makin berisi makin Menunduk")
> Artinya orang yang memiliki kemampuan atau kepintaran tidak menyombongkan kelebihannya itu untuk hal-hal yang tidak perlu.
虎は死して皮を留め人は死して名を残す. (Tora wa shi shite kawa wo todome hito wa shi shite na wo nokosu = Harimau mati meninggalkan kulit, manusia mati meyisahkan nama “Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama”.
> Seperti halnya harimau yang mati meninggalkan kulit yang indah, orang bijak mati akan meninggalakn namanya karena perbuatan-perbuatan semasa hidupnya. Peribahasa ini juga mengajarkan supaya kehormatan dan nama kita tidak tercemar sepeninggalan kita, kita harus berusaha sekeras mungkin untuk menjalani hidup dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang baik.
雨降って地固まる。(Ame futte chi katamaru = Habis turun hujan, tanah mengeras “Badai pasti berlalu”.)
> Apabila turun hujan, air yang meresap kedalam tanah akan membuat permukaan tanah semakin rapat dan menjadi keras, begitu pula setelah percecokan atau kesulitan hidup yang ada, apabila kita mampu bertahan menghadapi cobaan tersebut maka segala sesuatu akan kembali tenang seperti sedia kala.
隣の花は赤い (Tonari no hana wa akai = Bunga tetangga berwarna merah)
隣の芝生は青く見える (Tonari no sibafu wa aoku mieru = Rumput tetangga kelihatan lebih hijau)
> Bunga tetangga merah “Rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri”
Bunga yang mekar di pekarangan rumah tetangga kelihatan lebih menarik daripada bunga di rumah sendiri. Perumpamaan ini mencontohkan orang yang selalu mengingini milik orang lain karena milik orang lain kelihatan lebih bagus daripada milik sendiri.
wow...[sambil koprol]..
BalasHapuseksatamara heibat lho..
more lesson about ngegombal in japanese...
nihon go memang menarik..
gogo nihon go
dodolhacker via facebook
Hehe makasih.. terus baca blog saya ya ka :) insya alloh di buat yg lbh menarik lagi
Hapusありがとうございます。助かりました!!
BalasHapus